PREDATOR.News, JAKARTA – Salah satu media legendaris di Jakarta adalah Pos Kota, yang hingga hari ini masih terbit sejak tahun 1970.
Dilansir Aktual News, Pos Kota merupakan salah satu koran harian populer yang pernah meramaikan dunia pers Indonesia bersama koran-koran lain seperti Berita Yudha, Harian Terbit, Kompas, Suara Pembaruan, dan Sinar Pagi.
Sebagian masih terbit hingga kini seperti Kompas, sementara sebagian lain telah berhenti karena perubahan zaman di era digital.
Namun Pos Kota mampu beradaptasi, bahkan beralih ke media daring pada tahun 2009 dengan domain poskotanews.com, kemudian berubah menjadi poskota.co.id bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-51.
Koran ini didirikan oleh (alm.) Harmoko, mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, yang juga dikenal sebagai wartawan sekaligus penulis rubrik legendaris “Kopi Pagi.”
Melalui rubrik itu, Harmoko menyapa pembaca dengan gaya santai, ringan, namun penuh makna dan refleksi kehidupan sehari-hari.
Bagi pembaca setia, halaman Lembargar atau lembaran bergambar berisi hiburan kartun rakyat seperti Doyok, Ucha, dan Ali Oncom menjadi ciri khas tersendiri.
Begitu pula rubrik satir “Nah Ini Dia”, yang kerap menyorot kehidupan rakyat kecil dengan gaya nyeleneh tapi menggelitik.
“Saya sudah baca Pos Kota sejak masih jualan di terminal tahun 80-an. Berita dan kartunnya bikin hari saya selalu semangat,” ujar Supri, pembaca setia asal Ciputat, sambil tersenyum mengenang.
Hanya saja, sayang rubrik khas “Kopi Pagi” yang biasa ditulis almarhum Harmoko kini sudah tak ada lagi.
Padahal, bagi sebagian pembaca lama, tulisan itu menjadi pengantar pagi yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk Jakarta.
Dari sekian banyak surat kabar, Pos Kota tetap menjadi bacaan rakyat yang menyegarkan, terutama di warung kopi atau sudut-sudut kota Jakarta yang kini bersiap melepas statusnya sebagai ibu kota.

Tidak ada komentar: