PREDATOR News, Pemberian gelar Pahlawan Nasional selalu menjadi momen penting bagi bangsa. Namun di balik sorotan terhadap tokoh-tokoh besar, ada banyak sosok lain yang tak pernah tercatat — para pahlawan yang hidup di sekitar kita.
Setiap tahun, muncul perdebatan soal siapa yang layak mendapat gelar. Sebagian nama besar bahkan menimbulkan pro dan kontra, karena sejarah tak selalu hitam putih.
Tapi di tengah hiruk-pikuk itu, kita sering lupa bahwa kepahlawanan sejati tidak selalu lahir dari sejarah besar, melainkan dari kerja kecil yang terus dilakukan dengan hati.
Mereka yang berjaga di ruang IGD saat malam, sopir ambulans yang melaju tanpa kenal waktu, petugas listrik yang memperbaiki jaringan saat hujan, ayah yang bekerja siang malam untuk keluarga, atau ibu yang berjualan hingga larut demi anak-anaknya — mereka juga pahlawan.
Mereka tidak menunggu gelar. Mereka tidak tercatat dalam arsip negara. Tapi tanpa mereka, kehidupan kita tak akan berjalan.
Kini, di tengah zaman yang serba cepat dan individualistis, nilai kepahlawanan justru diuji. Apakah kita masih mampu berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa pamrih? Atau justru terjebak dalam pencitraan dan pujian?
Pahlawan sejati bukanlah mereka yang diabadikan dalam patung atau buku sejarah, melainkan yang tetap bekerja dalam senyap demi keberlangsungan hidup orang lain.
Sudah saatnya kita menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan di tengah kehidupan modern — bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi menjadikannya cermin untuk berbuat lebih baik hari ini.
Karena bangsa ini berdiri bukan hanya oleh jasa mereka yang gugur di medan perang, tetapi juga oleh mereka yang terus berjuang di medan kehidupan sehari-hari.
Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2025.
Penulis : Mercurius

Tidak ada komentar: