Ramadan Hari Pertama, Surat Haru Nadiem untuk Anak Beredar di Media Sosial: “Hati Saya Retak”

 

Foto Istimewa 

PREDATOR.News, ,JAKARTA – Sebuah surat bernuansa haru yang ditulis Nadiem Makarim beredar di media sosial pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. 

Tulisan tersebut diarsipkan dan dibagikan oleh akun Instagram @narkosun.

Berikut isi surat yang dibagikan tersebut:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Seperti banyak keluarga di Indonesia, bagi saya Ramadan selalu tentang kebersamaan. 

Tentang doa yang dipanjatkan bersama, tentang berbuka di satu meja, tentang pelukan hangat anak-anak yang membuat hati terasa utuh.

Tapi bulan Ramadan ini akan terasa sangat berbeda. 

Dalam kesunyian, saya berdoa memohon kekuatan dari Allah untuk mengisi ruang kosong di hati saya, ruang yang biasanya diisi tawa dan pelukan anak-anak. 

Serasa oksigen batin saya lenyap, dan kesesakan hati menjadi pendamping saya pagi sampai malam.

Hati saya retak ketika putri ketiga saya yang berusia 5 tahun menangis karena tidak mengerti kenapa ia tidak bisa menginap bersama Dada (ayah) di rumah tahanan.

Di momen itu, saya sadar: rasa sedih ini mungkin sementara, tapi cinta seorang ayah tidak akan pernah berubah. 

Saya percaya, suatu hari si kecil akan mengerti. 

Dan saya akan selalu ada untuknya, dalam bentuk apapun yang Allah izinkan.

Ramadan tahun ini akan mengajarkan saya tentang sabar, tentang ikhlas, dan tentang betapa berharganya waktu bersama keluarga.

Untuk semua ayah di luar sana, jangan pernah tunda memeluk anak-anak Anda. Jangan tunda bermain dan tertawa bersama mereka.

 Setiap detik bersama mereka adalah anugerah yang tak tergantikan.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin. 

Semoga Ramadan ini menguatkan tali kekeluargaan untuk kita semua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nadiem

Unggahan yang diarsipkan akun @narkosun tersebut menuai beragam respons dari warganet. 

Banyak yang tersentuh dan turut mendoakan agar ujian yang dihadapi dapat dilalui dengan ketabahan.

Penulis Editor Iyus 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.