-->

Notification

×

Iklan

 


Iklan

 


Tragedi KM Virgo Transport 8, 107 Selamat dan 130 Masih Dalam Pencarian

Minggu, 13 September 2026 | 21:23 WIB | 0 Last Updated 2026-09-13T13:23:14Z



PRESS CONFERENCE – Menhub Dudy Purwagandhi didampingi Kepala Basarnas M Syafii dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat memberikan keterangan pers terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). (foto:sum/brt)


PREDATOR.News, BANJARMASIN – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan penyebab terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari, masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu sore, Dudy menyampaikan perkembangan sementara penanganan kecelakaan kapal tersebut.


Dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 107 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, enam orang meninggal dunia, sementara 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Jadi dari 243 manifes atau total, dievakuasi sebanyak 107 penumpang selamat. Sementara sebanyak enam orang meninggal. Sisanya masih 130 penumpang dalam proses pencarian,” kata Dudy.


Ia berharap seluruh korban yang berhasil diselamatkan dapat segera mendapatkan penanganan medis dan berada dalam kondisi baik.

“Mudah-mudahan mereka yang selamat kondisi baik-baik saja,” harapnya.


Dudy mengatakan, kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi sekitar pukul 03.30 WITA. Saat kapal menghadapi cuaca buruk, komunikasi dan koordinasi dengan unsur SAR dilakukan hingga proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi berlangsung.


Menurutnya, seluruh sumber daya dikerahkan untuk mendukung operasi, mulai dari TNI-Polri, Pelindo, Basarnas hingga kapal-kapal penolong.


Sementara untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, pemerintah menyerahkan proses investigasi kepada KNKT sesuai kewenangannya dan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Proses lidik itu dilaksanakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai kewenangannya dan fakta di lapangan,” ujarnya.


Dudy juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap proses pencarian dapat dilakukan secepat mungkin.


Basarnas Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara


Kepala Basarnas M Syafii menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, awak KM Virgo Transport 8 telah melaporkan kondisi cuaca buruk dan perubahan kemiringan kapal.


Setelah beberapa jam mengalami perubahan posisi, kondisi kapal semakin darurat hingga awak kapal mengaktifkan sistem emergency dan meminta bantuan penyelamatan.


Karena lokasi kejadian masih berada dalam jangkauan wilayah operasi SAR Banjarmasin, unsur SAR setempat langsung bergerak menuju lokasi.

“Evakuasi mengacu International Maritime Organization. Basarnas dibantu TNI-Polri dan seluruh potensi yang dimiliki,” ujar Syafii.


Ia mengatakan, operasi pencarian juga mendapat dukungan unsur laut dan udara. Di antaranya kapal-kapal TNI AL, KRI, pesawat dari Skadron 400 Surabaya, helikopter Polri serta pesawat CN235.


Dari udara, tim sempat melihat kondisi KM Virgo Transport 8 dalam posisi terbalik hingga sekitar 180 derajat.

“Pilot helikopter sempat melihat kapal separuh terbalik,” ungkapnya.


Sejumlah kapal juga dikerahkan untuk melakukan evakuasi. KM Maupau 9 dilaporkan mengevakuasi 16 korban, termasuk satu korban mengalami cedera berat dan satu korban meninggal dunia.


Kemudian KM PCB mengevakuasi enam korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Sementara KM Haida membawa 69 orang yang kemudian bersandar di Banjarmasin pada Minggu sore.


Satu kapal lainnya juga masih melakukan proses evakuasi terhadap sekitar 22 penumpang.


Syafii mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan belum dapat mengidentifikasi seluruh korban meninggal dunia.


Selain itu, sejumlah bagian kapal juga ditemukan mengapung di laut, termasuk sekoci.

“Semua kapal penolong sudah standby di lokasi dan untuk data korban masih bersifat sementara. Termasuk terkait penyebab masih diinvestigasi,” tuturnya.


Menhub Jelaskan Izin Berlayar


Terkait kondisi cuaca, Dudy mengatakan izin pelayaran KM Virgo Transport 8 diterbitkan oleh KSOP pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.


Menurutnya, berdasarkan informasi cuaca saat izin berlayar diterbitkan, kondisi secara umum masih cukup baik.

“Cuaca cukup bagus secara umum dan hari itu belum tanggal 13 baru cuaca akan buruk. Rencananya harusnya pagi tadi KM Virgo Transport 8 datang pukul 06.00 WITA,” jelasnya.


Dudy juga meminta keluarga penumpang bersabar menunggu proses evakuasi dan pendataan dilakukan oleh petugas.


Ia mengatakan, penanganan keluarga korban juga melibatkan tim psikologi dan tim krisis kesehatan.


Sementara itu, pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 WITA, sejumlah ambulans dan bus terlihat mengangkut korban selamat dari area terminal untuk mendapatkan penanganan tim medis.


Sebagian korban dievakuasi menggunakan kursi roda, sementara lainnya masih mampu berjalan menuju kendaraan yang telah disiapkan.


*/Editor :  Iyus

×
Berita Terbaru Update