Banjarbaru Street Art Festival 2025 Jadi Magnet Baru Kota, Empat Kelurahan Tumpah Ruah di Syamsudin Noor


Foto Istimewa 

PREDATOR.News, BANJARBARU– Suasana meriah menyelimuti Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada Sabtu (15/11/2025) sore.

 Ribuan warga dari empat kelurahan di Kecamatan Landasan Ulin tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan gelaran perdana Banjarbaru Street Art Festival 2025.

Sebanyak 17 kelompok masyarakat—mulai perwakilan RT, gabungan RT-RW, hingga delegasi kelurahan—ikut turun langsung dalam karnaval kreatif yang menjadi ikon baru kota tersebut. 

Arak-arakan dimulai dari Perumahan Wella Mandiri di Jalan Golf dan berakhir di halaman Kantor Kelurahan Syamsudin Noor.

Dilansir banjarbaruklik.com, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas Banjarbaru Emas Creative Center (BECC) itu.

 Ia menilai festival ini istimewa karena lahir dari inisiatif warga dan murni untuk warga, sejalan dengan tema “Dari Warga untuk Warga.”

“Ini adalah pelaksanaan perdana Banjarbaru Street Art Festival. Kegiatan ini juga bagian dari program one product one village di Kecamatan Landasan Ulin,” ujarnya.

Lisa berharap kegiatan serupa dapat digelar di empat kecamatan lainnya, dengan menonjolkan karakter dan produk lokal masing-masing wilayah.

150 UMKM Terlibat, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 Juta

Festival ini menjadi ruang besar bagi pelaku UMKM. Tak kurang dari 150 UMKM ikut meramaikan, berasal dari Landasan Ulin, kecamatan lain di Banjarbaru, hingga dari luar daerah. Aktivitas jual beli yang berlangsung sepanjang acara menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.

“Peserta yang terlibat jumlahnya mencapai ribuan. Perputaran ekonomi pada gelaran ini sekitar Rp100 juta. Pemko tentu mendukung penuh kegiatan yang lahir dari warga dan kembali untuk warga,” jelas Lisa.

Direktur Banjarbaru Street Art Festival, Isuur Loeweng Suroto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menegaskan Banjarbaru sebagai kota kreatif di masa depan—visi yang terus dikembangkan oleh BECC.

“Jika tidak ada hambatan, festival ini akan kami gelar setiap tiga bulan sekali, bergilir di tiap kecamatan,” ungkapnya.

Isuur menambahkan, setiap kecamatan nantinya akan mengusung tema yang berbeda sesuai karakter lokal, agar potensi produk daerah terangkat tanpa mengabaikan dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Ketika sebuah kegiatan mampu menggerakkan ekonomi, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Harapannya setiap event benar-benar memberi manfaat, terutama bagi warga yang menjadi tuan rumah,” tegasnya.

*/ Editor : Iyus 


 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.