PREDATORnews

Piala Dunia 2026 tanpa "Grup Neraka", Jalan Para Raksasa Lebih Lapang



         (Mers Bekenblower )

PREDATOR.News, BANJARMASIN-Setelah mencermati hasil pembagian grup Piala Dunia 2026, ada satu kesimpulan menarik yang sulit dibantah: turnamen kali ini nyaris tidak menghadirkan "grup neraka" seperti yang selama ini menjadi bumbu utama Piala Dunia.

Lihat saja para langganan juara dunia dan kandidat kuat juara. 

Brasil berada di Grup C, Jerman di Grup E, Belanda di Grup F, Spanyol di Grup H, Prancis di Grup I, Argentina di Grup J, Portugal di Grup K, dan Inggris di Grup L. 

Mereka tersebar rapi di grup masing-masing tanpa harus saling bunuh sejak fase awal.

Artinya, publik sepak bola dunia kemungkinan besar tidak akan menyaksikan drama pahit ketika satu atau dua raksasa harus angkat koper lebih cepat hanya karena terjebak dalam grup berisi sesama unggulan.

Format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara dan terbagi dalam 12 grup juga membuat peluang lolos semakin besar. 

Selain juara dan runner-up grup, delapan peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju ke fase gugur. 

Dengan sistem seperti ini, ruang bagi negara-negara besar untuk terpeleset menjadi semakin sempit.

Bukan berarti kejutan tidak akan terjadi. Sepak bola selalu punya cerita berbeda. 

Negara-negara seperti Maroko, Senegal, Jepang, Norwegia, Kolombia hingga Uruguay tetap berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim-tim favorit. 

Bahkan sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa status unggulan tidak pernah menjamin kemenangan. 

Namun jika melihat komposisi grup secara keseluruhan, hampir semua tim besar mendapatkan jalur yang relatif nyaman untuk menembus babak 32 besar. 

Yang menarik justru pertarungan sesungguhnya kemungkinan baru akan dimulai ketika memasuki fase gugur.

Bagi penikmat sepak bola netral, kondisi ini bisa menjadi kabar baik. Sebab peluang menyaksikan duel-duel besar antara Argentina, Brasil, Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda, Portugal maupun Inggris pada babak-babak akhir menjadi semakin terbuka.

Dengan kata lain, Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan lebih banyak pertandingan "kelas berat" pada fase knockout dibandingkan fase grup.

Dan mungkin untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir, pertanyaan yang muncul bukan lagi "siapa yang akan gugur di grup neraka?"

"Siapa yang paling siap ketika para raksasa akhirnya saling bertemu?"

Karena kali ini, neraka itu tampaknya bukan berada di fase grup.

Neraka sesungguhnya baru dimulai di babak gugur. ⚽🌎🏆

Mers Bekenblower

(Pengamat Piala Dunia 2026 Level Warung Kopi)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak