PREDATOR.News, SAMUDERA HINDIA, – Aksi pembajakan kapal kembali mengguncang perairan Laut Arab pada Maret 2011 lalu.
Kapal kargo MV Sinar Kudus yang membawa 20 pelaut Indonesia serta muatan bernilai lebih dari Rp1 triliun dibajak kelompok perompak bersenjata asal Somalia.
Dilansir akun Instagram @pratama_tactical kapal tersebut kemudian ditarik menuju wilayah yang diduga menjadi basis para perompak.
Nyawa 20 awak kapal berada dalam ancaman, sementara proses negosiasi berlangsung alot.
Namun Indonesia tidak tinggal diam.
Pemerintah menggelar operasi militer bersandi Operasi Duta Samudera dengan mengerahkan Satuan Tugas Merah Putih.
Pasukan elite dari unsur Denjaka dan Kopaska diterjunkan, didukung unsur TNI lainnya.
Dua kapal perang fregat diberangkatkan menembus ribuan mil laut menuju lokasi pembajakan.
Di dalamnya, turut dibawa tim sea rider serta dukungan helikopter taktis untuk skenario penyelamatan berisiko tinggi di luar wilayah NKRI.
Memasuki 1 Mei 2011, situasi mencapai titik krusial.
Setelah proses negosiasi dan upaya taktis untuk memastikan keselamatan sandera, kondisi memanas ketika kelompok perompak lain mencoba mendekat untuk kembali menguasai kapal.
Dalam momentum genting tersebut, pasukan elite bergerak cepat.
Manuver laut dan udara dilakukan untuk memotong jalur perompak di tengah gelombang Samudera Hindia.
Kontak senjata pun tak terhindarkan.
Dalam operasi itu, empat perompak dilaporkan tewas, sementara sisanya melarikan diri.
Kapal berhasil diamankan dan seluruh 20 awak kapal dinyatakan selamat.
Operasi ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah operasi militer Indonesia di luar negeri.
Selain berhasil mengamankan kapal dan awaknya, operasi tersebut juga menunjukkan kesiapan dan profesionalisme pasukan Indonesia dalam menghadapi ancaman di wilayah internasional.
Peristiwa itu kemudian dikenal luas sebagai momen ketika perompak Somalia “salah pilih lawan”.
*/Editor Iyus

Tidak ada komentar: